Nyaris SPK Tapi Mundur Cantik? Ini 5 Alasan Logis Kenapa Orang Batal Beli Motor di Detik Terakhir!
Dealer motor Yamaha--Dealer Yamaha Jakarta
MOTOREXPERTZ.COM ---- Pernah nggak sih lo udah di dealer, udah tanya-tanya spek ke sales-nya, bahkan udah pegang pulpen buat tanda tangan, tapi tiba-tiba... deg! Perasaan nggak enak muncul dan lo milih buat bilang, "Nanti dikabari lagi ya, Mas/Mbak." Terus lo pergi gitu aja.
Ternyata lo nggak sendirian. Fenomena "mundur teratur" di detik terakhir ini sering banget terjadi. Membeli motor itu bukan cuma soal gengsi atau pengen punya tunggangan baru, tapi soal keputusan finansial jangka panjang. Biar lo nggak nyesel di kemudian hari (dan nggak bikin sales kena PHP), ini dia 5 faktor krusial yang sering bikin calon pembeli berubah pikiran seketika!
1. Brosur Bilang Irit, Realita Bilang Boros
Siapa sih yang nggak tergiur sama klaim "1 Liter bisa 60 KM"? Tapi di zaman sekarang, netizen itu pinter. Sebelum tanda tangan, biasanya orang bakal cek review jujur di YouTube atau forum otomotif. Pas tahu kalau konsumsi BBM aslinya beda jauh sama yang di brosur, niat beli langsung menguap. Ingat, selisih 5-10 km/liter itu berasa banget buat dompet kalau dipake harian!
BACA JUGA:Jangan Jadikan Alasan Bensin Boros untuk Beli Motor Baru, Begini Caranya Agar Irit BBM
2. Harga Beli Murah, Biaya Rawat Bikin "Kena Mental"
Banyak motor yang harga on the road-nya (OTR) menggiurkan, tapi biaya servisnya bikin geleng-geleng. Pas calon pembeli tahu harga olinya mahal, kampas remnya harus inden, atau filter udaranya harganya selangit, logika pun langsung bekerja. Motor yang harusnya jadi solusi transportasi malah bisa jadi beban pengeluaran bulanan yang meledak.
BACA JUGA:8 Langkah Beli Motor Listrik untuk Pertama Kali
3. Gosip Penyakit Bawaan yang Lagi Viral
Ini nih yang paling mematikan. Sekali ada isu soal rangka keropos, mesin gampang overheat, atau kelistrikan yang sering korslet dan viral di TikTok, rasa percaya pembeli langsung anjlok. Calon pembeli biasanya ogah jadi "kelinci percobaan" dan lebih milih balik ke merek sebelah yang reputasinya udah terbukti badak dan awet bertahun-tahun.
BACA JUGA:Jangan Kaget, Ini Biaya Tambahan yang Sering Muncul Setelah Beli Motor Bekas
4. Harga Jual Kembali yang "Terjun Bebas"
Nggak bisa dipungkiri, motor di Indonesia itu aset. Banyak orang beli motor dengan rencana bakal dijual lagi 2-3 tahun ke depan buat upgrade. Pas tahu kalau harga bekasnya anjlok parah (apalagi buat merek non-mainstream), mereka langsung mikir dua kali. Rugi belasan juta dalam waktu singkat itu sakitnya tuh di sini, Bro!
BACA JUGA:Odometer Digital juga Analog Bisa Direset, Kenali Bedanya dengan Cara Ini Sebelum Beli Motor Bekas
5. Bengkel Resmi Susah Dicari Kayak Cari Jodoh
Motor secanggih apa pun kalau bengkel resminya cuma satu di satu provinsi, ya males juga. Apalagi kalau spare part harus inden berbulan-bulan cuma gara-gara satu baut yang hilang. Buat pembeli yang tinggal di luar kota besar, jaringan aftersales yang luas itu mutlak. Kalau ribet di awal, mending nggak usah sama sekali.
BACA JUGA:Odometer Digital juga Analog Bisa Direset, Kenali Bedanya dengan Cara Ini Sebelum Beli Motor Bekas
Kesimpulan: Cek Dulu Sebelum Menyesal!
Membeli motor butuh tekad yang kuat, tapi juga butuh otak yang dingin. Jangan cuma kemakan desain keren atau promo bunga 0%. Pertimbangkan soal BBM, perawatan, kualitas, harga resale, hingga kemudahan servis. Jadi, lo tipe yang mana? Yang langsung sikat atau yang mikir berkali-kali sampai sales-nya lumutan?
Temukan konten motorexpertz.com menarik lainnya di Google News
- Tag
- Share
-

