Motor Jarang Dipakai Tapi Cepat Rusak? Ini Fakta Brutal yang Jarang Disadari Pemilik Motor
Ilustrasi motor matic sedang parkir di rumah--ChatGPT
MOTOREXPERTZ.COM --- Banyak orang berpikir motor yang jarang dipakai bakal lebih awet. Logikanya sederhana: makin sedikit dipakai, makin minim keausan.
Tapi kenyataannya justru kebalik. Banyak kasus motor yang jarang keluar garasi malah lebih cepat rusak dibanding motor harian. Kenapa bisa begitu?
Masalah utamanya ada pada komponen yang seharusnya rutin bekerja. Saat motor terlalu lama diam, beberapa bagian justru "menua" lebih cepat walau tidak dipakai.
Pertama, aki. aki motor akan terus kehilangan daya walau mesin mati. Jika motor jarang dinyalakan, aki bisa tekor, bahkan soak permanen.
BACA JUGA:Mitos atau Fakta? Bensin Premium Bisa Bikin Mesin Motor Masa Kini Cepat Rusak!
BACA JUGA:Tips Perawatan Motor Listrik, Jangan Abaikan Hal Ini Karena Bisa Cepat Rusak!
Apalagi pada motor injeksi modern yang sistem kelistrikannya tetap mengonsumsi arus kecil. Sekali aki drop, efeknya bisa ke mana-mana, dari starter berat sampai ECU error.
Kedua, bahan bakar. Bensin yang terlalu lama mengendap di tangki dan selang bisa mengalami penurunan kualitas.
Pada motor karburator, endapan ini bisa menyumbat spuyer. Di motor injeksi, injektor berisiko kotor. Hasilnya, motor susah hidup, brebet, bahkan mogok total saat akhirnya dipakai.
BACA JUGA:Berbahaya atau Aman? Ini Fakta di Balik Menyiram Rem Panas dengan Air!
BACA JUGA:Jangan Disepelekan, Ini Bahaya Sering Matikan Mesin Matic dari Standar Samping

Ilustrasi motor sport sedang parkir di rumah--ChatGPT
Ketiga, oli mesin. Banyak yang mengira oli aman selama motor tidak dipakai. Faktanya, oli tetap bisa rusak karena perubahan suhu dan kelembapan.
Sifat pelumasnya menurun, sehingga saat mesin akhirnya dinyalakan, perlindungan terhadap komponen dalam mesin tidak maksimal. Ini bisa mempercepat keausan silinder dan komponen vital lainnya.
Temukan konten motorexpertz.com menarik lainnya di Google News
- Tag
- Share
-

