Wajib Diingat! Kapasitas Mesin Belum Tentu Jadi Patokan Kecepatan Motor

Wajib Diingat! Kapasitas Mesin Belum Tentu Jadi Patokan Kecepatan Motor

Ilustrasi Bagian Mesin Motor--Honda Serimpi

2. Tingkat Berat dan Tenaga

Alasan penting lain adalah power-to-weight ratio atau perbandingan antara tenaga dan berat motor

Motor yang ringan namun punya tenaga besar bakal punya akselerasi dan kecepatan lebih bagus.

Misalnya, motor balap 600cc biasanya lebih enteng jika dibandingkan dengan motor yang kapasitasnya 1000cc. 

Meskipun kapasitasnya lebih kecil, motor balap dapat melaju lebih cepat di lintasan karena tenaga yang dikeluarkan tidak akan tertahan oleh bobot berlebih.

3. Aerodinamika dan Tampilan Motor

Tampilan dari motor juga punya andil yang besar. Motor dengan bodi aerodinamis bisa melawan angin dengan konsisten, sehingga bisa mencapai kecepatan tinggi tanpa harus mengeluarkan tenaga lebih.

Sedangkan motor berbody besar misalnya cruiser atau adventure biasanya memiliki hambatan angin lebih tinggi. 

Jadi, walaupun mesinnya besar, kecepatan maksimumnya sering kalah dari motor sport yang lebih kecil.

4. Rasio Gigi dan Sistem Transmisi

Transmisi mengendalikan bagaimana tenaga dari mesin disalurkan ke roda. Rasio gigi yang lebih panjang memungkinkan motor bisa melaju cepat di gigi tinggi, sedangkan rasio pendek memberi akselerasi cepat namun membatasi top speed.

Pabrik motor biasanya menyesuaikan rasio transmisi dengan ciri khas motor. Jadi, dua motor dengan kapasitas sama dapat memiliki kecepatan yang berbeda, tergantung bagaimana sistem transmisinya dibuat.

BACA JUGA:Mesin Mulai Terasa Mandek? Begini Cara Cek Kompresi Motor Sendiri di Rumah

BACA JUGA:Ternyata Matic Juga Punya Kampas Kopling! Ini Penjelasan Lengkap dan Ciri-ciri Ausnya

5. Teknologi Mesin

Temukan konten motorexpertz.com menarik lainnya di Google News

Tag
Share
Berita Lainnya