Hati-hati! Jangan Sembarangan Ganti Ampere Sekring Motor, Ini Risikonya

Hati-hati! Jangan Sembarangan Ganti Ampere Sekring Motor, Ini Risikonya

Secara umum, ada dua jenis sekring yang banyak digunakan pada sepeda motor, yaitu sekring tabung dan sekring tancap.--Astra Otoshop

JAKARTA, MOTOREXPERTZ.COM -- Di balik sistem kelistrikan sepeda motor, ada beberapa komponen penting yang saling mendukung.

Selain aki atau baterai, ada satu komponen kecil yang sering luput dari perhatian, yaitu sekring atau fuse.

Meski ukurannya kecil, sekring punya peran yang sangat vital. Tanpa komponen ini, sistem kelistrikan motor bisa berisiko mengalami kerusakan serius ketika terjadi gangguan listrik.

Biasanya, sekring ditempatkan tidak jauh dari aki. Keduanya berada dalam satu kotak atau boks khusus yang tertutup rapat.

BACA JUGA:MotoGP Qatar 2026 Resmi Diundur hingga November, Ini Jadwal Lengkapnya!

Tujuannya tentu untuk melindungi komponen kelistrikan dari air, debu, maupun kotoran yang bisa memicu kerusakan.

Lalu, apa sebenarnya fungsi sekring pada sepeda motor?

Sekring pada sepeda motor berfungsi sebagai pengaman utama dalam sistem kelistrikan. Saat terjadi korsleting atau arus listrik berlebih, sekring akan langsung memutus aliran listrik.

Dengan cara ini, kerusakan yang lebih parah pada komponen kelistrikan bisa dicegah.

Korsleting sendiri bisa terjadi karena berbagai penyebab. Misalnya kabel yang terkelupas sehingga kawatnya menyentuh rangka motor, atau komponen kelistrikan yang kemasukan air.

Ketika korsleting terjadi, sekring akan putus sehingga aliran listrik langsung berhenti. Dampaknya, komponen seperti lampu, klakson, atau panel indikator tidak akan menyala.

BACA JUGA:Yamaha Grebek Ramadhan Serbu 7 Kota, Ajak Keluarga Seru-seruan Bareng Gear Ultima

Namun dalam beberapa kasus, kerusakan kelistrikan bisa menjadi lebih parah jika sekring tidak bekerja sebagaimana mestinya. Hal ini sering terjadi karena penggunaan sekring dengan kapasitas ampere yang tidak sesuai.

Contohnya, sekring bawaan 10 ampere diganti dengan 15 ampere atau bahkan lebih besar. Akibatnya, saat terjadi arus berlebih, sekring tidak cepat putus sehingga komponen kelistrikan berisiko rusak bahkan terbakar.

Dua Jenis Sekring yang Umum Digunakan

Temukan konten motorexpertz.com menarik lainnya di Google News

Tag
Share
Berita Lainnya
APPS ME
Berita Terpopuler