Mitos atau Fakta Bensin RON Tinggi Lebih Irit? Ini Penjelasan yang Jarang Dibahas

Mitos atau Fakta Bensin RON Tinggi Lebih Irit? Ini Penjelasan yang Jarang Dibahas

SPBU Vivo, Shell, BP, dan Pertamina, mana yang lebih baik?--Grid

MOTOREXPERTZ.COM --- Banyak pengendara masih percaya bahwa semakin tinggi angka RON pada bensin, maka konsumsi bahan bakar akan semakin irit.

Anggapan ini sudah lama beredar dan sering dianggap sebagai fakta. Tapi, apakah benar bensin RON tinggi otomatis bikin motor lebih hemat?

RON atau Research Octane Number sebenarnya adalah ukuran kemampuan bahan bakar dalam menahan tekanan sebelum terbakar. Semakin tinggi RON, semakin tahan bensin tersebut terhadap knocking atau pembakaran tidak sempurna di dalam mesin.

Jadi, fungsi utamanya bukan untuk menghemat, melainkan untuk menjaga performa mesin tetap optimal.

BACA JUGA:Tak lagi Motor Bensin, Kini Sunmori Motor Listrik, Mulai Dilirik?

BACA JUGA:SPBU Swasta Kembali Langka, Ini Info Ketersediaan Bensin di BP

Motor dengan kompresi mesin tinggi memang membutuhkan bensin dengan RON tinggi agar pembakaran berjalan sempurna. Jika menggunakan bensin dengan RON lebih rendah dari yang direkomendasikan.

Mesin bisa mengalami knocking yang berdampak pada performa dan bahkan kerusakan dalam jangka panjang. Dalam kondisi ini, penggunaan RON tinggi bisa terasa lebih “irit” karena mesin bekerja lebih efisien.

Namun, berbeda cerita jika motor yang digunakan memiliki kompresi rendah atau standar. Mengisi bensin RON tinggi pada mesin seperti ini tidak akan memberikan efek signifikan terhadap konsumsi bahan bakar. Bahkan, dalam beberapa kasus, perbedaannya hampir tidak terasa. Artinya, anggapan bahwa RON tinggi pasti lebih irit itu tidak selalu benar.

BACA JUGA:Diisukan Bakal Tutup Karena Bensin Tak Kunjung Terisi, Ini Jawaban Shell Indonesia

BACA JUGA:Membayangkan Motor Listrik vs Motor Bensin 10 Tahun Lagi, Mana yang Lebih Ramai Pembeli?

Faktor yang lebih berpengaruh terhadap konsumsi bahan bakar justru adalah gaya berkendara, kondisi jalan, dan perawatan mesin. Pengendara yang sering menarik gas secara agresif atau sering berhenti-berjalan di kemacetan tentu akan lebih boros, terlepas dari jenis bensin yang digunakan.

Selain itu, kondisi mesin yang tidak terawat juga bisa membuat konsumsi bahan bakar menjadi tidak efisien. Filter udara kotor, busi aus, atau tekanan ban yang tidak sesuai bisa memengaruhi kinerja mesin secara keseluruhan. Jadi, bukan hanya soal memilih bensin mahal atau murah.

Meski begitu, menggunakan bensin dengan RON sesuai rekomendasi pabrikan tetap sangat penting. Ini bukan hanya soal efisiensi, tapi juga menjaga umur mesin agar tetap awet dan performa tetap stabil. Memaksakan penggunaan bensin yang tidak sesuai justru bisa merugikan dalam jangka panjang.

Temukan konten motorexpertz.com menarik lainnya di Google News

Tag
Share
Berita Lainnya
APPS ME
Berita Terpopuler