Alasan Mengapa Regulasi Tekanan Ban Menentukan Hasil Balapan MotoGP

Alasan Mengapa Regulasi Tekanan Ban Menentukan Hasil Balapan MotoGP

Alasan Mengapa Regulasi Tekanan Ban Menentukan Hasil Balapan MotoGP---MotoGP

BACA JUGA:Ducati Superleggera V4 Centenario: Teknologi MotoGP Hadir di Jalanan

Awalnya, penyelenggara merencanakan diskualifikasi sebagai hukuman standar bagi tim yang melanggar.

Namun, tingginya jumlah pelanggaran pada tahun 2023 memaksa penyesuaian regulasi hukuman.

Tim harus memprediksi jalannya balapan sebelum menentukan tekanan awal ban pembalap.

Tekanan ban sangat bergantung pada posisi pembalap saat berada di lintasan.

BACA JUGA:Honda Kembali Uji Coba Motor MotoGP 850cc Terbaru di Sirkuit Sepang Bersama Espargaro

Udara bersih di depan akan membuat suhu dan tekanan ban depan menurun.

Sebaliknya, berada di belakang motor lain akan menaikkan suhu ban depan secara drastis.

Faktor cuaca seperti hujan atau angin juga sangat memengaruhi stabilitas tekanan ban.

Jika tekanan awal terlalu rendah, pembalap terancam terkena hukuman penalti waktu.

BACA JUGA:MotoGP Berencana Adopsi Sistem Pembalap Cadangan Permanen Ala Formula 1

Namun, tekanan yang terlalu tinggi justru akan menghancurkan performa motor saat bertarung.

Informasi tekanan ban kini ditampilkan langsung pada layar dasbor motor setiap pembalap.

Pembalap bisa sengaja membuntuti lawan untuk menaikkan suhu ban jika diperlukan.

Sejak tahun 2024, standar tekanan ban depan diturunkan menjadi 1,80 bar saja.

Temukan konten motorexpertz.com menarik lainnya di Google News

Tag
Share
Berita Lainnya
APPS ME
Berita Terpopuler