KTM Kritik Keras Aturan Tekanan Ban MotoGP, Dinilai Merusak Hasil Balapan

KTM Kritik Keras Aturan Tekanan Ban MotoGP, Dinilai Merusak Hasil Balapan

KTM Kritik Keras Aturan Tekanan Ban MotoGP, Dinilai Merusak Hasil Balapan-@37pedroacosta-instagram

JAKARTA, MOTOREXPERTZ.COM -- Direktur Motorsport KTM, Pit Beirer, melontarkan kritik keras terhadap regulasi tekanan ban yang berlaku di ajang MotoGP saat ini.

Ia menyebut aturan tersebut sangat konyol dan merugikan integritas kompetisi balap motor kasta tertinggi dunia tersebut.

Beirer mendesak agar aturan ini segera diubah atau dihapus sepenuhnya demi menjaga sportivitas hasil balapan.

Aturan MotoGP mewajibkan setiap pembalap berada di atas tekanan ban minimum selama persentase putaran tertentu.

BACA JUGA:Prototipe Ducati MotoGP 850cc Muncul di Misano, Tanda Persiapan Serius Menuju MotoGP 2027

Untuk sesi Sprint Race, pembalap harus memenuhi batas tersebut sebanyak 30 persen dari total putaran.

Sementara itu, pada balapan utama hari Minggu, durasi minimal yang ditetapkan meningkat menjadi 60 persen.

Pelanggaran terhadap aturan ini akan berujung pada pemberian penalti waktu pasca-balapan yang sangat berat.

Pembalap yang melanggar akan dikenakan tambahan waktu 8 detik pada Sprint atau 16 detik pada balapan utama.

BACA JUGA:Peluang Jorge Martin di MotoGP 2026 Dipuji Mick Doohan, Namun Perlu Perbaiki Hal Ini

Pit Beirer menilai sanksi waktu tersebut sangat mengerikan karena mengubah hasil balapan setelah finis.

KTM merasakan dampak pahit regulasi ini saat Pedro Acosta kehilangan podium Sprint di sirkuit COTA.

Meskipun KTM pernah diuntungkan saat Dani Pedrosa naik ke posisi ketiga di Jerez, Beirer tetap tidak setuju.

Ia menegaskan bahwa kemenangan tidak seharusnya ditentukan oleh selisih tekanan ban yang sangat tipis.

Temukan konten motorexpertz.com menarik lainnya di Google News

Tag
Share
Berita Lainnya