Bos Yamaha Akui Proyek Mesin V4 MotoGP Ternyata Lebih Sulit dari Perkiraan
Bos Yamaha Akui Proyek Mesin V4 MotoGP Ternyata Lebih Sulit dari Perkiraan-@yamahamotogp-instagram
BACA JUGA:Aprilia Ungkap Wujud RS-GP 850cc di Tes MotoGP Jerez, Lorenzo Savadori Pimpin Uji Coba Perdana
Seluruh kru tim menyadari bahwa paruh pertama musim akan berjalan sangat berat.
Namun, manajemen tim tetap menaruh keyakinan besar pada potensi motor di masa depan.
Mereka optimis hasil yang jauh berbeda akan mulai terlihat pada paruh kedua.
Saat ini, posisi Yamaha masih sesuai dengan prediksi internal tim yang realistis.
BACA JUGA:Start Sempat Kacau, Fabio Di Giannantonio Sukses Rebut Podium di MotoGP Spanyol 2026
Secara statistik, Yamaha memang mengalami penurunan performa yang cukup signifikan pada musim 2026.
Dalam empat seri pembuka, tim ini baru mengoleksi total 14 poin saja.
Angka ini sangat jauh tertinggal dibandingkan pencapaian 42 poin musim lalu.
Di MotoGP Spanyol 2025, Yamaha bahkan masih sanggup berpijak di atas podium.
BACA JUGA:Yamaha R15 Terbaru di Tahun 2026: Motor 150cc Rasa MotoGP yang Bikin Motor Lain Terlihat Biasa Aja
Namun, pada balapan terbaru di Jerez, Fabio Quartararo justru tertinggal 30 detik.
Quartararo pun merasa sangat kecewa dengan lambatnya kemajuan teknologi pada mesin V4.
Kekecewaan terhadap daya saing motor akhirnya berdampak pada susunan pembalap musim depan.
Fabio Quartararo memutuskan untuk hengkang dan memilih bergabung bersama tim pabrikan Honda.
Temukan konten motorexpertz.com menarik lainnya di Google News
- Tag
- Share
-
