Bukan Cuma Bensin, Ini Faktor Lain Penyebab Mesin Motor Ngelitik
Penyebab mesin motor ngelitik bukan cuma bensin. Kenali faktor lain dari busi, ruang bakar, setelan mesin, hingga cara berkendara--Dok
Busi yang terlalu panas juga bisa memicu gejala pre-ignition, yaitu campuran bahan bakar terbakar sebelum waktunya. Efeknya mirip seperti knocking, dan suara ngelitik pun bisa muncul saat motor digas.
Makanya, jangan tunggu motor brebet parah baru ganti busi. Cek kondisi elektroda busi secara berkala. Kalau warnanya terlalu hitam, basah, atau ujungnya sudah aus, lebih baik segera diganti dengan tipe yang sesuai rekomendasi pabrikan.
BACA JUGA:HOT NEWS: Operasi Patuh Jaya 2026 Ditunda: Jangan Senang Dulu, Tilang Manual Dan ETLE Tetap Intai Bikers!
4. Setelan Klep Tidak Tepat
Buat Bradsis pengguna motor 4-tak, setelan klep juga bisa jadi penyebab suara mesin terdengar kasar. Celah klep yang terlalu renggang bisa menimbulkan suara tik-tik dari area kepala silinder. Kadang suara ini disangka ngelitik, padahal sumbernya dari mekanisme klep.
Sebaliknya, klep yang terlalu rapat juga nggak bagus karena bisa mengganggu proses masuknya udara dan keluarnya gas buang. Efeknya, tenaga motor menurun, mesin cepat panas, dan pembakaran jadi kurang optimal.
Karena itu, penyetelan klep sebaiknya dilakukan sesuai jadwal servis. Jangan asal putar atau setel sendiri kalau belum paham, karena salah sedikit saja bisa bikin performa motor makin kacau.
5. Mesin Terlalu Panas
Overheat atau suhu mesin terlalu tinggi juga bisa memicu mesin ngelitik. Saat temperatur mesin meningkat berlebihan, campuran udara dan bahan bakar lebih mudah terbakar sebelum waktu yang ideal.
Penyebab mesin panas bisa macam-macam, mulai dari oli mesin yang sudah jelek, volume oli berkurang, sistem pendingin bermasalah, radiator kotor, kipas radiator mati, sampai kebiasaan memaksa motor bekerja berat dalam waktu lama.
Bradsis jangan anggap remeh indikator suhu mesin. Kalau motor sudah terasa panas berlebihan, tarikan berat, atau muncul bau gosong, lebih baik berhenti sejenak dan cek kondisinya.
BACA JUGA:Apa Itu Radar dan ADAS di Motor 2026? Ini Cara Kerja Fitur Keselamatan Generasi Baru
6. Campuran Udara dan Bahan Bakar Tidak Ideal
Mesin butuh campuran udara dan bahan bakar yang pas. Kalau campurannya terlalu miskin alias kebanyakan udara dan kekurangan bensin, suhu pembakaran bisa meningkat. Kondisi ini berpotensi bikin mesin ngelitik, terutama saat motor dipakai akselerasi.
Pada motor injeksi, masalah ini bisa terjadi karena sensor kotor, throttle body kotor, injektor tersumbat, atau filter udara terlalu kotor. Sementara pada motor karburator, setelan angin dan bensin yang tidak pas juga bisa memicu gejala serupa.
7. Cara Berkendara yang Terlalu Memaksa Mesin
Ternyata gaya riding juga berpengaruh, Bradsis. Sering membuka gas mendadak di putaran mesin rendah bisa membuat mesin bekerja terlalu berat. Misalnya, motor masih di gigi tinggi tapi dipaksa menanjak atau berakselerasi pelan tanpa menurunkan gigi.
Kebiasaan seperti ini bikin beban mesin meningkat dan pembakaran jadi lebih rentan tidak stabil. Pada motor manual atau bebek, gunakan gigi yang sesuai dengan kecepatan dan medan jalan. Jangan malas turun gigi kalau motor mulai terasa berat.
BACA JUGA:Mengenal Teknologi AI pada Motor 2026, Dari Navigasi Pintar hingga Prediksi Kerusakan Mesin
Kesimpulan
Temukan konten motorexpertz.com menarik lainnya di Google News
- Tag
- Share
-
