Jangan Asal Setel! Begini Cara Mengatur Suspensi Motor Agar Lebih Nyaman dan Stabil
Ilustrasi suspensi yang ada pada motor--AstraOtoShop
Pada beberapa motor yang sudah menggunakan suspensi adjustable, tersedia pengaturan rebound. Rebound berfungsi mengatur kecepatan suspensi kembali ke posisi semula setelah menerima tekanan.
Jika rebound terlalu cepat, motor akan terasa memantul setelah melewati polisi tidur atau jalan bergelombang.
Sebaliknya, rebound yang terlalu lambat membuat suspensi terasa berat dan kurang responsif saat menghadapi permukaan jalan yang tidak rata.
Lakukan penyetelan secara bertahap dan uji coba setelah setiap perubahan agar hasilnya sesuai dengan karakter berkendara yang diinginkan.
BACA JUGA:Mesin Motor Mulai Loyo di Usia 5 Tahun? Ini Tips Jaga Performa Tetap Optimal
BACA JUGA:Tips Menjaga Mesin Motor Tetap Halus, Nomor 6 Wajib Dilakukan!
4. Perhatikan Tekanan Angin Ban
Banyak pengendara mengira masalah kenyamanan selalu berasal dari suspensi, padahal tekanan angin ban juga memiliki pengaruh besar.
Ban yang terlalu keras dapat membuat motor terasa kaku saat melintasi jalan bergelombang. Sementara ban yang terlalu kempes dapat mengurangi stabilitas dan membuat konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros.
Karena itu, pastikan tekanan angin ban selalu sesuai dengan rekomendasi pabrikan serta disesuaikan dengan beban yang dibawa.
5. Periksa Kondisi Shockbreaker
Jika suspensi tetap terasa tidak nyaman meskipun sudah disetel dengan benar, ada kemungkinan shockbreaker mulai mengalami kerusakan.
Beberapa tanda yang perlu diperhatikan antara lain muncul rembesan oli pada shockbreaker, suspensi terasa memantul berlebihan, atau terdengar bunyi keras saat melewati lubang.
Apabila gejala tersebut mulai muncul, pemeriksaan lebih lanjut atau penggantian komponen menjadi langkah yang perlu dipertimbangkan.
BACA JUGA:Daimler Reitwagen, Motor Pertama di Dunia: Awal Mula Revolusi Transportasi Roda Dua
Temukan konten motorexpertz.com menarik lainnya di Google News
- Tag
- Share
-
