Awas Makin Parah, Shockbreaker Depan Motor Bunyi Jeduk Bisa Disebabkan Komponen Ini
Suara tersebut memang sering muncul dari area suspensi depan, terutama pada motor yang sudah cukup lama dipakai. Namun, bukan berarti sumber masalahnya selalu berasal dari sokbreker--Dok
Untuk bagian ini, Bradsis sebaiknya tidak asal mengencangkan baut. Setiap motor mempunyai spesifikasi pengencangan masing-masing. Jika tidak yakin, lebih aman pemeriksaan dilakukan di bengkel dengan peralatan yang sesuai.
BACA JUGA:Jangan Asal Ganti Komponen, Begini Cara Mengatasi Kode 12 yang Muncul di Yamaha Aerox
3. Bushing atau Karet Sudah Aus
Komponen berbahan karet atau bushing juga bisa menjadi sumber suara. Seiring pemakaian, material tersebut dapat mengalami keausan, mengeras, atau kehilangan kemampuan meredam gerakan.
Ketika kondisinya sudah tidak optimal, celah antarbagian bisa bertambah. Akibatnya, saat suspensi bekerja keras, muncul suara benturan yang terdengar seperti “jeduk” dari bagian depan motor.
4. Oli Shock Bermasalah
Oli di dalam shockbreaker memiliki peran penting dalam mengontrol gerakan suspensi. Jika volumenya berkurang karena kebocoran atau kondisinya sudah tidak sesuai, kemampuan peredaman dapat berubah.
Masalah pada oli shock biasanya tidak berdiri sendiri. Bradsis bisa mengecek apakah terdapat rembesan oli di sekitar tabung atau as shock. Suspensi yang terasa terlalu memantul, terlalu keras, atau bekerja tidak normal juga bisa menjadi petunjuk tambahan.
Jadi, suara jeduk sebaiknya tidak dijadikan satu-satunya patokan untuk menentukan shockbreaker rusak.
BACA JUGA:Mario Suryo Aji Start P18 di Moto2 Austria 2026, Salac Raih Pole Position
Cara Sederhana Mengecek Sumber Bunyi
Bradsis bisa melakukan pemeriksaan awal dengan kondisi motor berhenti di tempat yang aman. Coba tekan bagian depan motor beberapa kali dan dengarkan dari mana suara berasal.
Setelah itu, perhatikan kondisi area komstir dan suspensi. Saat rem depan ditahan, bagian depan motor juga bisa ditekan secara perlahan untuk merasakan apakah terdapat kelonggaran atau bunyi aneh.
Namun, pemeriksaan tersebut hanya sebatas pengecekan awal. Jangan membongkar bagian suspensi kalau tidak memiliki peralatan dan pengetahuan yang cukup.
Jika bunyi tetap muncul, apalagi disertai handling yang berubah, sebaiknya motor dibawa ke bengkel.
Temukan konten motorexpertz.com menarik lainnya di Google News
- Tag
- Share
-
