Jorge Martin Dituding Jump Start di MotoGP Mandalika 2026, Ini Faktanya
Jorge Martin Dituding Jump Start di MotoGP Mandalika 2026, Ini Faktanya---Aprilia
Dalam rekaman tersebut, Martin terlihat sudah berhenti sebelum seluruh pembalap memulai balapan.
BACA JUGA:Honda BeAT Meriahkan Final Honda DBL 2026 East Jakarta, WMS Hadirkan Banyak Keseruan
Aturan Jump Start MotoGP dan Penentuan Hukuman
Regulasi MotoGP menetapkan bahwa pembalap dapat dihukum apabila melakukan antisipasi start.
Motor harus berada dalam keadaan diam ketika lampu merah dipadamkan.
Penalti standar untuk pelanggaran tersebut adalah dua Long Lap Penalty.
Hukuman itu harus diselesaikan dalam lima putaran setelah pembalap menerima pemberitahuan, meskipun jenis sanksi lain juga dapat diberlakukan.
Pergerakan kecil yang kemudian berhenti saat lampu merah masih menyala dinilai berdasarkan pertimbangan petugas berwenang.
Mereka menentukan apakah gerakan tersebut memberikan keuntungan bagi pembalap.
Selain itu, posisi ban depan juga menjadi perhatian dalam pemeriksaan.
Start dapat dianggap melanggar apabila ban depan keluar dari kotak start yang ditandai di lintasan.
Dalam kasus Martin, rekaman memperlihatkan ban depannya masih berada pada garis kotak start.
Ia juga tampak diam ketika lampu merah padam dan balapan dimulai.
BACA JUGA:MotoGP Indonesia 2026: Dua Pembalap Pertamina Enduro VR46 Racing Team Raih Poin Penting
Kasus Serupa Pernah Terjadi di Moto2
Pergerakan sebelum lampu start padam bukan kejadian yang sepenuhnya baru dalam balap motor.
Pembalap Moto2, Collin Veijer, pernah mengalami situasi serupa di Misano pada tahun yang sama.
Temukan konten motorexpertz.com menarik lainnya di Google News
- Tag
- Share
-
