Hati-hati! Jangan Sembarangan Ganti Ampere Sekring Motor, Ini Risikonya

Senin 16-03-2026,13:44 WIB
Reporter : Alvin Septian
Editor : Alvin Septian

1. Sekring Tabung (Tube Fuse)

Sekring jenis ini biasanya ditemukan pada motor atau mobil keluaran lama. Bentuknya berupa tabung kaca transparan yang di dalamnya terdapat kawat pengaman.

Karena dilapisi kaca bening, kondisi sekring cukup mudah diperiksa. Jika kawat di dalamnya putus, berarti sekring sudah tidak berfungsi.

BACA JUGA:Libur Lebaran, Yamaha Riding Academy Bagikan Tips Persiapan Touring Jarak Jauh Biar Aman

2. Sekring Tancap (Fuse Blade)

Pada motor-motor modern, sekring yang digunakan umumnya adalah tipe tancap. Cara pemasangannya cukup ditancapkan pada dudukan khusus.

Untuk mengecek kondisinya, sekring harus dilepas terlebih dahulu dari tempatnya.

Menariknya, sekring tancap memiliki warna berbeda-beda sesuai kapasitas arus listriknya, antara lain:

  • Oranye: 5 Ampere
  • Merah: 10 Ampere
  • Biru: 15 Ampere
  • Kuning: 20 Ampere
  • Bening atau Ungu: 25 Ampere
  • Hijau: 30 Ampere

BACA JUGA:United E-Motor Tebar Diskon Gila-gilaan Sepanjang Maret 2026, Cashback hingga Rp 15 Juta

Jangan Sembarangan Mengganti Sekring

Walaupun terlihat sederhana, mengganti sekring tidak boleh sembarangan. Kapasitas ampere harus sesuai dengan spesifikasi bawaan motor.

Jika menggunakan sekring dengan kapasitas lebih besar, risiko kerusakan pada sistem kelistrikan justru akan semakin tinggi.

Karena itu, ketika sekring putus, pastikan menggantinya dengan ukuran yang sama. Cara sederhana ini bisa membantu menjaga sistem kelistrikan sepeda motor tetap aman dan bekerja normal.

Pada akhirnya, komponen kecil seperti sekring justru punya peran besar dalam menjaga motor tetap andal digunakan sehari-hari. Jadi, jangan sampai luput dari perhatian.

Kategori :