Minta Warga Tak Khawatir, Menkeu Purbaya Tegaskan Harga BBM Subsidi Tidak Akan Mengalami Kenaikan

Rabu 08-04-2026,06:00 WIB
Reporter : Ilyasa Fajrin
Editor : T. Sucipto

Pemerintah juga menyiapkan strategi cadangan untuk menghadapi tekanan ekonomi yang tidak terduga nantinya.

Saat ini tersedia dana sisa anggaran lebih atau SAL sebesar Rp420 triliun.

Dana tersebut berfungsi sebagai bantalan fiskal jika terjadi lonjakan harga minyak yang ekstrem.

Namun, tim ekonomi menilai peluang harga minyak bertahan tinggi sangatlah kecil saat ini.

BACA JUGA:Performa 'Melempem' di Awal Musim, Andrea Dovizioso Sebut Marc Marquez Belum Fit 100 Persen

Kapasitas keuangan negara dinilai sangat memadai untuk mendukung seluruh kebijakan sosial pemerintah.

Menteri Keuangan mengimbau agar publik tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh spekulasi negatif.

“Masyarakat nggak usah khawatir, uang kita cukup. Setiap kebijakan yang diberikan tentu ada konsekuensi biayanya dan kami sudah hitung cukup,” tegasnya.

Peningkatan defisit pada awal tahun merupakan bagian dari rencana percepatan belanja pemerintah.

BACA JUGA:KTM 450 RC Resmi Meluncur, Pakai Mesin 2 Silinder Harga Cuma Rp 80 Jutaan?

Langkah ini diambil agar perputaran ekonomi tidak hanya menumpuk pada akhir tahun saja.

Pemerintah ingin menciptakan pertumbuhan yang lebih merata sepanjang periode anggaran berjalan saat ini.

Strategi belanja yang konsisten dipercaya dapat memicu aktivitas ekonomi di berbagai sektor.

Defisit yang terlihat besar merupakan konsekuensi logis dari kebijakan percepatan pertumbuhan ekonomi nasional.

BACA JUGA:Comeback dari Cedera, Diva Ismayana Bawa Ducati MX Team Indonesia Raih Runner-Up di Kualifikasi Cleosa Series Championship 2026 Round 1

Menteri Keuangan menjelaskan bahwa pola belanja ini akan memberikan dampak positif jangka panjang.

Kategori :