“Saya ingin menciptakan belanja pemerintah hampir merata pertumbuhannya sepanjang tahun. Jadi defisit yang besar itu adalah konsekuensi logis dari kebijakan kita,” ujarnya.
Kinerja APBN tahun sebelumnya menunjukkan perbaikan signifikan yang melampaui target awal pemerintah.
Defisit anggaran berhasil ditekan hingga menyentuh angka sekitar 2,8 persen saja tahun lalu.
BACA JUGA:Dulu Irit Banget, Sekarang Kok Boros? Ini Alasan Konsumsi BBM Motor Modern Tidak Seirit Dulu
Kondisi ini menjadi modal kuat untuk menciptakan pembalikan arah ekonomi yang lebih baik.
Pertumbuhan ekonomi pada triwulan terakhir tahun 2025 bahkan berhasil mencapai angka 5,39 persen.
Menkeu optimis bahwa tren positif ini akan terus berlanjut sepanjang tahun 2026.
“Jadi kalau ekonominya bagus, pendapatan bagus, nanti uang yang saya bagi ke Kementerian/Lembaga juga lebih konsisten, bisa lebih banyak sedikit,” kata Menkeu.
BACA JUGA:Jangan Sampai Nyesel! 5 Kesalahan Fatal Saat Beli Motor Bekas yang Sering Banget Terjadi
Pemerintah memproyeksikan pertumbuhan ekonomi nasional bisa menembus angka di atas 5,5 persen ke depannya.
Dengan pendapatan negara yang membaik, alokasi dana untuk pelayanan publik akan semakin konsisten.
Sinergi antara kebijakan subsidi dan stimulus ekonomi diharapkan mampu memperkuat stabilitas nasional.
Kini masyarakat dapat beraktivitas dengan tenang tanpa dihantui bayang-bayang kenaikan harga kebutuhan pokok.
Stabilitas harga BBM menjadi kunci utama dalam menjaga momentum pemulihan ekonomi secara berkelanjutan.