Jelang WorldSBK Ceko 2026 Jatah Bahan Bakar Ducati Dikurangi Lagi, Yamaha Malah Bertambah

Jumat 15-05-2026,17:00 WIB
Reporter : Ilyasa Fajrin
Editor : T. Sucipto

Keputusan ini didasarkan pada algoritma khusus yang menghitung performa rata-rata setiap pabrikan.

Mengingat Ducati menguasai tiga besar klasemen pebalap, penyesuaian ini dianggap perlu dilakukan.

Berbanding terbalik dengan nasib Ducati, pabrikan Yamaha justru mendapatkan keuntungan teknis kali ini.

Yamaha diberikan kenaikan batas aliran bahan bakar sebesar 0,5 kg/jam oleh penyelenggara.

Keputusan ini diambil sesuai dengan aturan sistem konsesi yang berlaku musim ini.

BACA JUGA:Bangga! Rider Indonesia Adenanta Putra Ikut Balap Suzuka 8 Hours 2026 Bareng Honda

Selama musim 2026 berjalan, motor Yamaha sering tertinggal dalam catatan kecepatan puncak.

Dengan tambahan ini, aliran bahan bakar Yamaha meningkat dari 46,5 kg/jam menjadi 47 kg/jam.

Harapannya, pebalap Yamaha bisa lebih kompetitif saat melaju di lintasan lurus Sirkuit Most.

Sementara itu, pabrikan Bimota tidak mendapatkan pengurangan tambahan pada putaran kali ini.

Meskipun sempat terkena penalti di Assen, performa Bimota menurun dalam dua seri terakhir.

Mereka gagal meraih podium sehingga batas aliran bahan bakarnya tidak dipangkas kembali.

BACA JUGA:Ducati Konfirmasi Tak Gunakan Pembalap Pengganti Marc Marquez di MotoGP Catalunya 2026

BMW menjadi satu-satunya pabrikan lain yang mampu mengusik dominasi podium Ducati baru-baru ini.

Miguel Oliveira berhasil meraih podium pada Race 1 di Balaton Park dua pekan lalu.

Namun, BMW tidak mendapatkan penalti aliran bahan bakar seperti yang dialami oleh Ducati.

Kategori :