MOTOREXPERTZ.COM --- Kasus pencurian kendaraan bermotor masih menjadi perhatian serius di berbagai daerah. Dari sejumlah pengungkapan kasus curanmor oleh kepolisian, motor matic tercatat paling sering menjadi target pelaku, terutama Honda BeAT. Popularitas motor ini di jalanan membuat keberadaannya sangat mudah ditemukan, sehingga pelaku memiliki lebih banyak peluang untuk menjalankan aksinya dibanding model motor lainnya.
Honda BeAT dikenal sebagai salah satu motor matik dengan populasi terbesar di Indonesia. Faktor inilah yang disebut menjadi alasan utama motor tersebut lebih sering diincar kawanan maling.
Dibandingkan model lain seperti Yamaha Nmax, Yamaha Mio, Kawasaki Ninja, atau Suzuki Satria, Honda BeAT lebih mendominasi penggunaan harian masyarakat karena dinilai irit, praktis, dan mudah dirawat.
BACA JUGA:Sah! Tech3 dan KTM Lanjutkan Kerja Sama, Bagaimana Nasib Slot Pembalap Musim 2027?
BACA JUGA:Makin Sengit! Perubahan Regulasi Terbaru WorldSBK Resmi Dirilis, Ini Aturan Barunya
Sistem Keamanan Jadi Perhatian
Selain jumlah pengguna yang tinggi, faktor keamanan juga disebut memengaruhi maraknya pencurian Honda BeAT.
Polisi mengimbau pemilik kendaraan untuk selalu menggunakan kunci ganda atau pengaman tambahan saat memarkir motor.
Langkah sederhana tersebut dinilai cukup membantu mempersempit peluang pelaku saat mencoba mencuri kendaraan di lokasi parkir maupun area permukiman.
BACA JUGA:Seru! Perdana Digelar, CLASSY Ride & Chill 2026 Bali Diramaikan 500+ Bikers
BACA JUGA:Masuk Top 10 di Hungaria, Aldi Satya Mahendra Pede Hadapi WorldSSP 2026 Ceko
Laku Dijual Kembali di Pasaran Gelap
Permintaan suku cadang dan unit bekas Honda BeAT yang tinggi membuat motor ini mudah dijual kembali oleh pelaku curanmor.
Motor tanpa dokumen biasanya dilepas dengan harga sekitar Rp3 juta hingga Rp4 juta tergantung kondisi kendaraan.
Nilai jual yang masih cukup tinggi di pasar gelap membuat Honda BeAT terus menjadi salah satu target favorit para pelaku pencurian kendaraan bermotor.