MOTOREXPERTZ.COM --- Fabio Di Giannantonio akhirnya berhasil membawa Pertamina Enduro VR46 Racing Team meraih kemenangan perdana musim 2026 setelah tampil impresif pada balapan MotoGP Catalunya 2026 di Sirkuit Barcelona-Catalunya.
Balapan berlangsung dramatis dan penuh tekanan akibat beberapa insiden kecelakaan yang sempat memicu restart berulang. Namun di tengah situasi kacau tersebut, Diggia justru tampil tenang dan menunjukkan mental juara.
Balapan berlangsung dramatis dan penuh tekanan akibat beberapa insiden kecelakaan yang sempat memicu restart berulang-Pertamina Lubricants-
Kemenangan ini menjadi momen penting bagi pembalap asal Italia tersebut sekaligus memperkuat posisi VR46 dalam persaingan papan atas MotoGP musim ini.
BACA JUGA:Fabio Di Giannantonio Juarai MotoGP Catalunya 2026
Diggia Tampil Agresif Sejak Start
Fabio Di Giannantonio memulai balapan dari baris kedua. Sejak lap awal, ritme balapnya sudah terlihat cukup menjanjikan.
Meski balapan beberapa kali terganggu akibat insiden dan restart ulang, Diggia tetap mampu menjaga fokus serta tampil agresif ketika peluang overtake muncul.
Pembalap asal Roma itu sukses melakukan manuver penting yang akhirnya membuka jalan menuju kemenangan.
Hasil ini menjadi kemenangan pertama Diggia bersama Pertamina Enduro VR46 Racing Team sekaligus kemenangan keduanya sepanjang karier MotoGP setelah sebelumnya menang di GP Qatar 2023.
Hasil ini menjadi kemenangan pertama Diggia bersama Pertamina Enduro VR46 Racing Team sekaligus kemenangan keduanya sepanjang karier MotoGP setelah sebelumnya menang di GP Qatar 2023.-Pertamina Lubricants-
Tambahan poin besar dari Catalunya juga membuatnya kini naik ke posisi ketiga klasemen sementara dengan total 116 poin.
BACA JUGA:Nicolo Bulega Muncul sebagai Kandidat Kuat Pengganti Fabio di Giannantonio di VR46 Racing Team
Franco Morbidelli Alami Balapan Sulit
Di sisi lain, Franco Morbidelli menjalani balapan yang jauh lebih berat.
Meski memulai lomba dari baris depan, Morbidelli kesulitan menjaga ritme akibat beberapa kali penghentian balapan.
Restart ketiga menjadi titik paling merugikan bagi rider bernomor 21 tersebut karena start yang kurang maksimal membuatnya kehilangan banyak posisi.