Motor Murah di Awal, Mahal di Belakang? Ini Fakta Pajak yang Sering Bikin Kaget
Perpanjang STNK dan Pajak Kendaraan Bermotor--hidupkukini
MOTOREXPERTZ.COM --- Tak dapat dipungkiri jika saat ini banyak orang tergoda membeli motor murah karena terlihat lebih hemat di awal. Harga yang terjangkau sering jadi alasan utama, apalagi bagi pembeli pertama atau yang ingin menekan pengeluaran.
Namun, tidak sedikit yang akhirnya kaget setelah mengetahui biaya pajak tahunannya ternyata cukup tinggi.
Fenomena ini sebenarnya cukup umum terjadi. Harga beli motor memang terlihat murah, tetapi ada komponen lain yang sering terlewat, yaitu pajak kendaraan bermotor.
Pajak ini dihitung berdasarkan beberapa faktor seperti kapasitas mesin, nilai jual kendaraan, serta kebijakan daerah masing-masing.
BACA JUGA:5 Motor yang Diam-Diam Paling Dicari Tapi Jarang Dipromosikan
BACA JUGA:5 Motor Bekas 10 Juta Tapi Masih Layak Harian?
Salah satu penyebab pajak terasa mahal adalah karena nilai jual kendaraan yang masih tinggi di data pemerintah. Meski kalian membeli motor dengan harga promo atau diskon besar, nilai yang digunakan untuk menghitung pajak tetap mengacu pada harga resmi atau Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB).
Selain itu, kapasitas mesin juga berpengaruh besar. Motor dengan cc lebih tinggi biasanya memiliki pajak yang lebih mahal. Inilah mengapa beberapa motor yang terlihat “murah” di pasaran ternyata punya biaya tahunan yang cukup menguras kantong.
Faktor lain yang sering tidak disadari adalah pajak progresif. Jika kalian sudah memiliki kendaraan lain atas nama yang sama, maka motor baru akan dikenakan pajak lebih tinggi. Hal ini sering membuat biaya tahunan jadi jauh lebih besar dari perkiraan awal.
Tidak hanya itu, biaya tambahan seperti SWDKLLJ dan administrasi juga ikut memengaruhi total pajak yang harus dibayar. Meski terlihat kecil, jika dijumlahkan, angka akhirnya bisa cukup signifikan, terutama untuk penggunaan jangka panjang.
BACA JUGA:Di Tengah Teknologi Canggih 2026, Motor 125cc Masih Layak Dibeli atau Sudah Ketinggalan Zaman?
BACA JUGA:Teknologi Motor Sekarang Terlalu Ribet? Ini Dampaknya ke Konsumen
Kesalahan umum lainnya adalah tidak menghitung total biaya kepemilikan sejak awal. Banyak orang hanya fokus pada harga beli dan cicilan, tanpa memperhitungkan biaya tahunan seperti pajak, servis, dan bahan bakar. Padahal, biaya-biaya ini justru yang paling sering dikeluarkan selama masa pemakaian.
Untuk menghindari hal ini, penting bagi kalian untuk mencari informasi lengkap sebelum membeli motor. Cek estimasi pajak tahunan, pahami status kepemilikan kendaraan sebelumnya, dan pastikan tidak ada beban pajak tambahan yang bisa muncul di kemudian hari.
Temukan konten motorexpertz.com menarik lainnya di Google News
- Tag
- Share
-
