Alasan Mengapa Regulasi Tekanan Ban Menentukan Hasil Balapan MotoGP

Alasan Mengapa Regulasi Tekanan Ban Menentukan Hasil Balapan MotoGP

Alasan Mengapa Regulasi Tekanan Ban Menentukan Hasil Balapan MotoGP---MotoGP

JAKARTA, MOTOREXPERTZ.COM -- Sistem pemantauan tekanan ban real-time MotoGP diperkenalkan sejak pertengahan musim 2023.

Regulasi ini hadir dengan serangkaian aturan ketat dan penalti pasca-balap yang signifikan.

Michelin merancang aturan ini untuk mengatasi masalah keamanan akibat penggunaan tekanan ban rendah.

Perkembangan perangkat aero dan ride-height kini memberikan tekanan ekstrem pada struktur ban.

BACA JUGA:Analisis Michelin Mengenai Dominasi Aprilia di Awal Musim MotoGP 2026

Sistem ini bertujuan menutup celah performa demi menciptakan persaingan yang adil.

Pembalap dianggap melanggar jika gagal memenuhi batas tekanan minimum selama durasi lomba tertentu.

Pada awal tahun 2023, standar tekanan ban depan adalah 1,88 bar.

Sementara itu, batas minimum untuk ban belakang ditetapkan pada angka 1,68 bar.

BACA JUGA:Cegah Insiden Terulang, Tikungan Omega Sachsenring Resmi Dirombak Jelang MotoGP Jerman

Pembalap harus memenuhi batas ini selama 50% durasi balapan utama Grand Prix.

Untuk balapan Sprint, durasi pemenuhan batas tekanan ban ditetapkan sebesar 30%.

Awalnya, pelanggaran pertama hanya berujung pada peringatan resmi dari pihak Race Director.

Namun, pelanggaran berikutnya akan dikenakan tambahan waktu 3, 6, hingga 9 detik.

Temukan konten motorexpertz.com menarik lainnya di Google News

Tag
Share
Berita Lainnya
APPS ME
Berita Terpopuler