10 Kebiasaan Sepele yang Bikin Motor Matic Cepat Rusak, Nomor 7 Masih Sering Dilakukan Pengendara
Kebiasaan sepele bikin motor matic cepat rusak cvt gredek-gredek-dok-
Nah, ini dia poin nomor 7 yang paling sering diabaikan pengendara! Banyak bikers yang menganut prinsip "selama masih bisa jalan, hajar terus". Ketika muncul suara tik-tik, kretek-kretek, atau dengungan dari area CVT, mereka abai. Padahal, bunyi itu adalah kode kalau komponen seperti roller sudah peang, sliding piece longgar, atau v-belt sudah mulai retak. Kalau putus di jalan, Bradsis terpaksa harus dorong motor, deh!
BACA JUGA:Motor Matic Sering Ngeden di Tanjakan? Bisa Jadi CVT Minta Jajan
8. Menurunkan Gas Secara Mendadak dari Kecepatan Tinggi
Motor matic tidak memiliki *engine brake* sekuat motor manual atau motor sport. Menurunkan gas secara instan saat melaju kencang bikin komponen CVT bekerja ekstra keras menahan beban puntir. Alangkah baiknya menutup gas secara gradual atau bertahap agar komponen penggerak lebih awet.
9. Membawa Beban Melebihi Kapasitas (Overload)
Sokbreker belakang motor matic harian umumnya didesain untuk beban standar. Sering dipakai boncengan tiga atau membawa barang belanjaan yang super berat bakal menyiksa kerja suspensi, bikin ban cepat botak tengah, hingga membuat rangka dan mesin bekerja di luar batas kemampuannya.
BACA JUGA:CVT Kotor Tapi Tetap Bisa Jalan, Waspada Diam-diam Bisa Menggerogoti Performa Motor
10. Jarang Melakukan Servis Injeksi / Karburator
Sistem pengabutan bahan bakar juga butuh kalibrasi dan pembersihan berkala agar semprotan bensin tetap berkabut sempurna. Kalau area *throttle body* atau karburator dibiarkan kotor menahun, motor bakal sering brebet dan mendadak mati di tengah jalan saat stasioner.
Saran: Sayangi Motor, Jaga Kantong Aman
Gimana, Bradsis? Dari 10 poin di atas, jujur deh, kebiasaan nomor berapa yang masih sering kamu lakukan? Merubah kebiasaan kecil saat berkendara ternyata bisa memperpanjang umur pakai motor matic kesayangan kita, lho. Selain performa motor selalu siap diajak touring atau sunmori, isi dompet pun aman dari biaya turun mesin yang menguras kantong.
"Lebih baik mencegah dengan rutin merawat dan berkendara dengan benar, daripada mengobati motor yang telanjur mogok di pinggir jalan."
Temukan konten motorexpertz.com menarik lainnya di Google News
- Tag
- Share
-
