Periksa ketebalan kampas rem depan dan belakang. Jika mulai terdengar bunyi berdecit atau tuas rem terasa lebih dalam, itu tanda kampas rem mulai habis. Pastikan juga minyak rem berada di level normal.
BACA JUGA:Jangan Sampai Salah! Oli Gardan Motor Matic Dipakai Oli Mesin, Aman atau Justru Bikin Hancur?
3. Sistem Kelistrikan dan Aki
Kelistrikan yang prima memastikan semua fitur motor berjalan normal. Setelah perjalanan jauh, cek kondisi aki dan pastikan tegangannya tetap stabil di kisaran 12V.
Selain itu, periksa juga apakah ada korosi pada terminal aki serta pastikan kabel-kabel dalam kondisi baik.
4. Busi
Busi berperan penting dalam proses pembakaran di mesin. Setelah digunakan jarak jauh, busi bisa kotor akibat kerak karbon.
Jika busi mulai kotor, mesin biasanya jadi sulit dinyalakan atau performanya menurun. Idealnya, lakukan penggantian busi setiap 8.000 km agar pembakaran tetap optimal.
BACA JUGA:5 Tips Jitu Biar Pulang Mudik Naik Motor Tetap Aman, Selamat, dan Nggak Bikin Orang Lain Celaka!
5. Sistem Penggerak
Untuk motor matic, bagian CVT perlu mendapat perhatian khusus. Pastikan tidak ada keausan pada roller, v-belt, maupun kampas ganda.
Gejala seperti tarikan berat atau akselerasi menurun bisa jadi tanda ada masalah di CVT. Sementara untuk motor manual, cek kondisi rantai, mulai dari kekencangan hingga pelumasannya.
6. Suspensi Depan dan Belakang
Suspensi berperan besar dalam kenyamanan berkendara. Setelah perjalanan jauh, pastikan tidak ada kebocoran oli pada suspensi depan dan tidak ada baret pada batangnya.
Untuk suspensi belakang, perhatikan apakah ada suara berdecit atau penurunan performa saat meredam guncangan.
BACA JUGA:Mitos Atau Fakta, Sering Ganti Oli Justru Bikin Motor Boros?