Jialing, Motor Lawas Asal China yang Pernah Jadi Primadona di Indonesia
Motor Jialing pernah jadi primadona di Indonesia--TMC Blog
Beberapa pengguna mengeluhkan durability mesin, kualitas material, hingga masalah kelistrikan yang mulai muncul setelah pemakaian beberapa tahun. Selain itu, jaringan servis dan ketersediaan spare part juga perlahan semakin sulit ditemukan.
Persaingan pasar motor Indonesia yang semakin ketat juga membuat posisi Jialing makin terdesak. Honda, Yamaha, Suzuki, dan Kawasaki terus menghadirkan motor baru dengan teknologi lebih modern, konsumsi BBM lebih efisien, serta jaringan bengkel yang jauh lebih luas. Konsumen Indonesia akhirnya kembali lebih percaya pada merek Jepang yang terkenal awet dan punya nilai jual kembali lebih stabil.
BACA JUGA:Motor Pertama di Indonesia: Hildebrand & Wolfmuller 1893
BACA JUGA:Daimler Reitwagen, Motor Pertama di Dunia: Awal Mula Revolusi Transportasi Roda Dua
Produksi dan distribusi Jialing di Indonesia mulai meredup pada pertengahan hingga akhir 2000-an. Setelah itu, nama Jialing semakin jarang terdengar di pasar otomotif nasional.
Meski perusahaan induknya di China masih tetap ada dan memproduksi kendaraan, eksistensi Jialing di Indonesia praktis menghilang karena kalah bersaing dan minimnya minat pasar.
Meski kini sudah jarang terlihat di jalan, Jialing tetap menjadi bagian unik dalam sejarah otomotif roda dua Indonesia. Motor ini pernah menjadi pilihan masyarakat yang menginginkan kendaraan murah di masa perkembangan pasar motor nasional.
Bagi sebagian orang, Jialing juga menjadi simbol era ketika motor-motor China mulai mencoba menantang dominasi pabrikan Jepang di Indonesia.
Temukan konten motorexpertz.com menarik lainnya di Google News
- Tag
- Share
-
