Ini Alasan Fabio Di Giannantonio Bisa Jadi Kuda Hitam di MotoGP 2026

Ini Alasan Fabio Di Giannantonio Bisa Jadi Kuda Hitam di MotoGP 2026

Fabio Di Giannantonio, pembalap MotoGP--IG Motogp

Bahkan, di Klasemen Sementara MotoGP 2026 saja, Fabio Di Giannatonio kini menemmpati urutan ketiga dengan torehan 116 poin, selisih 11 poin dengan Jorge Martin yang menempati urutan kedua dengan raihan 127 poin dan selisih 26 poin dengan Marco Bezzecchi sang pemegang puncak Klasemen Sementara MotoGP 2026.

BACA JUGA:3 Aktor Dunia Koleksi Motor Keren: Ada yang Punya Motor MotoGP

BACA JUGA:Berapa Liter Bensin yang Dihabiskan Motor MotoGP Tiap Balapan?

Andai duo Tim Aprilia Racing, Marco Bezzecchi dan Jorge Martin gagal raih poin penuh dalam tiga balapan saja, bukan tak mungkin Fabio Di Giannantonio yang mengakuisisi posisi puncak Klasemen Sementara MotoGP 2026.

Pembalap asal Italia, Fabio Di Giannantonio, menjadi salah satu nama yang semakin diperhitungkan di ajang MotoGP. Rider yang dikenal dengan julukan “Diggia” ini lahir di Roma pada 10 Oktober 1998 dan memulai karier balapnya sejak usia muda.

Ketertarikannya terhadap dunia motorsport sudah terlihat sejak kecil, terutama setelah ia sering menyaksikan balapan MotoGP dan terinspirasi oleh para pembalap Italia legendaris.

Fabio memulai perjalanan balap profesionalnya dari kejuaraan mini bike dan CIV Italia. Bakatnya mulai menarik perhatian ketika tampil kompetitif di ajang Red Bull MotoGP Rookies Cup. Dari sana, kariernya berkembang pesat hingga akhirnya mendapatkan kesempatan tampil di Kejuaraan Dunia Moto3 pada tahun 2015.

BACA JUGA:Alex Marquez Bocorkan Mengapa Marc Sulit Dikalahkan

BACA JUGA:Toprak Razgatlioglu Prediksi MotoGP Jerez Bakal Sulit denga Gaya Balap Superbike

Di kelas Moto3, Fabio menunjukkan perkembangan luar biasa. Musim terbaiknya datang pada 2018 ketika ia tampil sangat konsisten dan menjadi penantang gelar juara dunia.

Saat itu, ia berhasil meraih beberapa kemenangan penting dan finis sebagai runner-up klasemen akhir Moto3. Gaya balapnya yang agresif namun rapi membuat banyak tim mulai melirik potensinya untuk naik kelas.

Setelah sukses di Moto3, Fabio naik ke Moto2 pada 2019. Awalnya, ia membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan motor yang lebih bertenaga. Namun perlahan performanya meningkat.

BACA JUGA:Profil Sirkuit Mandalika: Ikon Balap Dunia dari Indonesia

BACA JUGA:Profil Sirkuit Bugatti Le Mans, Tuan Rumah MotoGP Prancis 2026

Pada musim 2021, Fabio tampil impresif dengan beberapa podium dan kemenangan penting yang akhirnya membuka jalan menuju kelas premier MotoGP.

Temukan konten motorexpertz.com menarik lainnya di Google News

Tag
Share
Berita Lainnya