Dadan Hindayana Dicopot dari Kepala BGN, Gimana Nasib Pengadaan Ribuan Motor Listrik MBG?
Motor Listrik Emmo JVX GT--Emmo
MOTOREXPERTZ.COM -- Pencopotan Dadan Hindayana dari jabatan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) memunculkan sejumlah pertanyaan terkait berbagai program yang sebelumnya digagas lembaga tersebut.
Salah satunya adalah pengadaan 25.000 unit motor listrik untuk mendukung operasional program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Melansir berbagai sumber, proyek senilai hampir Rp 2 triliun tersebut sebelumnya ramai menuai perhatian karena melibatkan motor listrik merek Emmo yang masih terbilang asing di pasar otomotif Indonesia.
Kini, setelah terjadi pergantian pimpinan di BGN, muncul pertanyaan baru: bagaimana nasib ribuan motor listrik tersebut?
BACA JUGA:Gresini Racing Tunjuk Iker Lecuona Gantikan Alex Marquez di MotoGP Hungaria 2026
Padahal, pengadaan kendaraan itu sempat digadang-gadang menjadi solusi mobilitas bagi Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau penanggung jawab dapur MBG di berbagai daerah.
Motor listrik tersebut disiapkan untuk menunjang operasional harian, termasuk menjangkau wilayah yang sulit dilalui kendaraan roda empat.
Saat polemik pengadaan mencuat beberapa waktu lalu, Dadan Hindayana memastikan pembelian dilakukan menggunakan anggaran 2025. Ia juga mengklaim harga motor listrik yang dibeli pemerintah berada di bawah harga pasar, yakni sekitar Rp42 juta per unit.
Yang bikin pertanyaan, hingga saat ini armada motor listrik tersebut belum juga terlihat beroperasi di lapangan. Alasannya, kendaraan masih harus melalui proses administrasi dan pencatatan sebagai Barang Milik Negara (BMN) sebelum diserahkan kepada para Kepala SPPG.
Di sisi lain, nama Emmo justru menjadi perhatian tersendiri. Merek yang masuk dalam e-katalog LKPP tersebut belum banyak dikenal masyarakat luas.

Bagaimana nasib motor listrik MBG usai Dadan Hindayana dicopot dari Kepala BGN?--Emmo
BACA JUGA:Ducati Rilis Collezione 100, Lini Motor Eksklusif Jumlah Terbatas di Dunia
Meski mengklaim memiliki puluhan jaringan dealer di Indonesia, keberadaan fasilitas penjualan maupun layanan purnajualnya masih minim ditemukan.
Tak sedikit pula yang mempertanyakan kesiapan ekosistem merek tersebut untuk mendukung operasional ribuan unit kendaraan yang nantinya tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Temukan konten motorexpertz.com menarik lainnya di Google News
- Tag
- Share
-
