Motor Matic Getar Saat Naik Tanjakan? Ini Penyebab yang Sering Tidak Disadari

Jumat 13-03-2026,03:00 WIB
Reporter : Yohanes Ishak
Editor : T. Sucipto

MOTOREXPERTZ.COM --- Motor matic dikenal praktis dan nyaman untuk digunakan sehari-hari, terutama di jalanan perkotaan yang padat. 

Namun, sebagian pengguna sering mengeluhkan satu masalah yang cukup mengganggu, yaitu motor matic terasa bergetar saat melewati tanjakan. 

Getaran ini biasanya muncul ketika motor mulai menarik tenaga lebih besar untuk menanjak. Masalah tersebut sebenarnya cukup umum terjadi pada motor matic yang sudah digunakan dalam waktu tertentu. 

Getaran saat menanjak biasanya berkaitan dengan kondisi komponen di dalam sistem CVT yang mulai kotor, aus, atau tidak bekerja secara optimal.

BACA JUGA:Honda Scoopy vs Yamaha Fino: Mana Matic Lebih Tangguh dan Cocok untuk Harian?

BACA JUGA:Update Harga Honda BeAT dan Vario di Bulan Maret 2026, Ada Perubahan?

Salah satu penyebab paling sering adalah kampas kopling ganda yang mulai aus atau kotor. Komponen ini berfungsi untuk menghubungkan tenaga mesin ke roda belakang ketika gas dibuka.

Saat motor melewati tanjakan, beban kerja kampas kopling meningkat. Jika kondisinya sudah tidak maksimal, tenaga yang disalurkan menjadi tidak stabil dan memicu getaran.

Selain itu, rumah kopling yang permukaannya sudah tidak rata juga dapat menjadi penyebab utama. Permukaan rumah kopling yang aus membuat cengkeraman kampas tidak lagi sempurna. Akibatnya, tenaga mesin tidak tersalurkan secara halus dan motor terasa bergetar ketika dipaksa menanjak.

BACA JUGA:Yamaha Zuma 125 Terbaru: Skutik Tangguh, Irit Banget, Bakal Jadi Pesaing Keras Honda BeAT?

BACA JUGA:Polisi Sediakan Layanan Penitipan Motor Bagi Pemudik Saat Lebaran 2026

Komponen lain yang sering memicu getaran adalah roller CVT yang sudah aus. Roller berfungsi mengatur pergerakan pulley dalam sistem transmisi otomatis. Jika bentuk roller sudah tidak bulat sempurna, proses perpindahan rasio menjadi tidak stabil. Dampaknya, motor bisa terasa berat dan bergetar saat menghadapi tanjakan.

V-belt yang mulai menipis atau retak juga dapat memengaruhi performa motor matic. V-belt merupakan komponen penting yang menyalurkan tenaga mesin ke roda belakang melalui sistem CVT.

Jika kondisinya sudah tidak optimal, tenaga yang dihasilkan mesin tidak dapat tersalurkan dengan sempurna, terutama saat membutuhkan tenaga besar seperti ketika menanjak.

BACA JUGA:CVT Kotor Tapi Tetap Bisa Jalan, Waspada Diam-diam Bisa Menggerogoti Performa Motor

Kategori :