BACA JUGA:Gelar 'Zen On Wheels', Wahana Honda Ajak Perempuan Lebih Peduli Keselamatan Berkendara
Kondisi ini bisa merusak ergonomi serta membatasi sudut kemiringan saat motor menikung tajam.
Ducati sangat memahami bahwa kelincahan adalah identitas utama dari setiap produk buatan mereka.
Untuk menjaga bodi tetap ramping, Ducati melakukan langkah yang sangat tidak konvensional.
Biasanya, sensor posisi rotor dipasang langsung pada poros motor listrik agar lebih akurat.
Namun, penempatan sensor di sana justru akan menambah lebar dimensi motor secara keseluruhan.
Ducati secara cerdas memindahkan sensor tersebut ke bagian transmisi atau kotak roda gigi.
Sistem akan membaca posisi gigi dan menghitung posisi rotor berdasarkan rasio roda gigi.
Strategi ini memungkinkan unit motor tetap ringkas dan sasis motor tetap sangat ramping.
BACA JUGA:Motor Listrik VinFast Sukses Besar di Vietnam, Catatkan Rekor Penjualan Melebihi Motor Bensin
Dengan begitu, proporsi motor akan tetap terlihat seksi seperti motor sport Ducati biasanya.
Membaca posisi rotor melalui transmisi memang memiliki risiko timbulnya sedikit celah mekanis.
Namun, Ducati lebih memilih mengatasi kerumitan perangkat lunak demi mendapatkan performa fisik yang maksimal.
Mereka akan menggunakan sistem komputasi canggih untuk mengoreksi toleransi mekanis pada bagian transmisi.
BACA JUGA:Rayakan Hari Kartini, Lady Bikers Lombok Gelar Touring Kebaya dan Safety Riding di Mandalika