Siapa Bilang Motor yang Jarang Dipakai Lebih Awet? Ini Dampak Diam-Diam yang Bisa Bikin Mesin Cepat Rusak

Siapa Bilang Motor yang Jarang Dipakai Lebih Awet? Ini Dampak Diam-Diam yang Bisa Bikin Mesin Cepat Rusak

Ilustrasi pengendara sedang melihat kondisi motornya--ChatGPT

MOTOREXPERTZ.COM --- Banyak yang mengira motor yang jarang dipakai akan lebih awet karena minim penggunaan. Logikanya memang terdengar masuk akal, semakin sedikit dipakai, seharusnya semakin sedikit pula komponen yang aus.

Namun faktanya, anggapan ini tidak sepenuhnya benar. Motor yang terlalu lama diam justru bisa mengalami berbagai masalah tersembunyi yang berpotensi merusak mesin secara perlahan.

Salah satu dampak paling umum adalah oli mesin yang mengendap dan kehilangan kualitasnya. Saat motor tidak digunakan dalam waktu lama, oli tidak bersirkulasi dengan baik ke seluruh bagian mesin.

Akibatnya, beberapa komponen internal tidak mendapatkan pelumasan optimal saat mesin pertama kali dinyalakan. Dalam jangka panjang, kondisi ini bisa mempercepat keausan dan menimbulkan gesekan berlebih.

BACA JUGA:Fakta Menarik CVT pada Motor Matic yang Jarang Diketahui Pengguna

BACA JUGA:Update Harga Yamaha Aerox di Bulan April 2026: Ada yang Naik, Ada Juga yang Stabil

Selain itu, bahan bakar yang dibiarkan terlalu lama di dalam tangki juga bisa menimbulkan masalah. Bensin yang mengendap dapat mengalami penurunan kualitas, bahkan bisa meninggalkan residu yang menyumbat saluran bahan bakar atau injektor. Hal ini membuat performa mesin menurun, sulit dihidupkan, atau terasa tersendat saat digunakan kembali.

Aki juga menjadi komponen yang paling cepat terdampak jika motor jarang dipakai. Tanpa adanya proses pengisian ulang dari sistem pengisian saat mesin hidup, daya aki akan terus berkurang hingga akhirnya soak. Kondisi ini membuat motor tidak bisa distarter, bahkan untuk sekadar menyalakan sistem kelistrikan pun menjadi sulit.

Tak hanya itu, ban motor yang lama tidak digunakan bisa mengalami perubahan bentuk atau dikenal dengan istilah flat spot. Tekanan yang terus bertumpu pada satu titik dalam waktu lama membuat permukaan ban menjadi tidak rata. Akibatnya, kenyamanan berkendara terganggu dan bisa menimbulkan getaran saat motor digunakan kembali.

Masalah lain yang sering muncul adalah karat pada beberapa bagian logam, terutama jika motor disimpan di tempat yang lembap. Komponen seperti rantai (untuk motor manual), cakram rem, hingga bagian dalam mesin bisa terpengaruh. Bahkan, karet-karet seperti seal dan selang juga bisa mengeras atau retak karena tidak pernah “bekerja” dalam waktu lama.

Lalu, bagaimana cara mencegahnya? Jika motor memang jarang digunakan, sebaiknya tetap dinyalakan secara rutin, minimal 2–3 kali dalam seminggu.

BACA JUGA:Mitos atau Fakta? Motor Dipakai Lama CC Bisa Naik Sendiri, Ini Penjelasan yang Bikin Kaget!

BACA JUGA:Jarang Rusak dan Minim ke Bengkel, Ini Motor Paling Tahan Banting di Kelasnya

Biarkan mesin hidup selama beberapa menit agar oli bersirkulasi dan aki tetap terisi. Selain itu, sesekali ajak motor berjalan agar semua komponen bergerak dan tidak kaku.

Temukan konten motorexpertz.com menarik lainnya di Google News

Tag
Share
Berita Lainnya